Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Monday, March 26, 2012

long weekend

0 comments
long weekend kali ini ga hebring..
karena aji pergi outing..

walopun udah disibukkan dengan benang, kain, dan gunting..
tetep aja garing..

walopun rumah tetep rame dengan ocehan si bocah..
tetep aja ga ada temen berkeluh kesah..

mencoba mandiri..
naik mobil ke supermarket sendiri..
ini kali pertama nyetir sendiri..
eh, pulangnya ngebaret gerbang sendiri!

weekend kali ini emang ga hebring..
yg ada mikirin biaya perbaiki mobil..cring..cring..


-random-

Thursday, September 23, 2010

dear God

0 comments
dear God...

terimakasih telah memberikan kehidupan yang sempurna untukku
terimakasih telah memberikan suami yang sangat baik
terimakasih telah memberikan seorang anak yang lucu, sehat, dan pintar

semoga aku bisa selalu menjaganya hingga nafasku yang terakhir..
karena aku sangat sayang mereka


jakarta, 23 september 2010

Thursday, June 24, 2010

puisi BJ HABIBIE

0 comments
ini adalah puisi BJ Habibie untuk istrinya..
bagus banget, makanya di copy paste disini :)

sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu..

karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya.

...dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaandalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak ditempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi..

kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak mengeluh, tapi rasamya terlalu sebentar kau disini.
mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang..

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, aku ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku.

selamat jalan,
calon bidadari surgaku..

BJ HABIBIE




lewat puisi ini kita diajarkan banyak hal. bahwa apa yang kita miliki saat ini sifatnya tidak kekal. semua akan kembali pada-Nya.
yang kita bisa lakukan adalah menjaga milik-Nya dengan baik, sehingga setiap detik waktu yang kita lewati bisa menjadi kenangan yang indah dan berharga..
kembali tersadar, bahwa waktu kita tidak lama. sehingga sayang sekali kalau dilewati dengan bertengkar dan adu argumen yang melukai hati salah satu/kedua belah pihak..

BJ Habibie telah membuktikan kesetiannya. mereka bersama hingga maut memisahkan..
terbukti kan, jika sesuatu keluar tulus dari hati..maka sesuatu itu akan sampai ke hati juga..(ga tau ya apakah ini juga berlaku ke orang tambeng..hehehe)

Wednesday, March 24, 2010

JumaT KesumaT

0 comments
Namanya Jumat..
Lengkapnya, Jumat Kesumat

Biasanya dia tampak menarik
Tapi kali ini aku tak tertarik
"Sori, kali ini aku ga suka sama kamu Mat"

si Jumat Kesumat mengumpat,
"Kamfret.."

Rabu (bukan Jumat) 100310, patas 42

Monday, November 30, 2009

rindu

0 comments
rasa rindu itu memuncak di hari ke empat kepergianku
rindu akan dekapan hangat malaikat penjagaku..
rindu senyum dan tawa renyah bidadari kecilku..

aahh..andai saja saat itu aku tidak pergi
mungkin rindu ini pun enggan datang menghinggapi
di negeri siam itu aku merasa sendiri
tanpa kalian, aku merasa sepi..

hingga datang hari itu
hari dimana aku akan kembali pulang
kembali ke tempat dimana matahari dan bintang kecilku bersinar
tampak dari kejauhan
cahayanya yang benderang menyambutku
terasa hangat sekali
segala lelah sirna sudah
menjelma menjadi haru yang sangat
ternyata aku sangat rindu
semakin tersadar, bahwa memang disinilah tempatku
bersama dengan matahari dan bintang kecilku
tidak mau jauh..ingin selalu dekat..

Thursday, February 26, 2009

selamat jalan papa..

0 comments
hari ini, tanggal 26 februari 2009 di pagi hari, papa berangkat pulang.
mungkin ini adalah jawaban dari setiap doa yang kami panjatkan setiap saat.
kami selalu mendoakan yang terbaik untuk papa. mungkin inilah jalan yang berbaik untuk papa setelah hampir 4 bulan sudah papa terbaring semenjak diserang stroke akhir bulan oktober tahun lalu.
semenjak itu, kondisi papa terus menurun..ditambah lagi dengan penyakit diabetes yang diidapnya, semakin menyulitkan proses penyembuhan. dokter tidak berani sembarangan mengambil tindakan sebelum gula darah papa normal. seiring dengan itu, kondisi papa tidak kunjung membaik, malah sebaliknya, penyakit gula papa mulai berefek pada organ-organ tubuh papa yang lain.

sampai akhirnya diabet papa mulai menyerang kedua matanya, sehingga papa hampir kehilangan pengelihatannya. ini yang membuat kondisi psikis papa semakin nge-drop.
tidak heran kemudian gula darah papa semakin menjadi tidak stabil.
kita semua tidak tega melihat kondisi papa. papa selalu mengigau di setiap tidurnya. ia tampak sangat gelisah dan tidak tenang. kita pun mulai mempersiapkan diri untuk setiap kemungkinan yang terburuk. yang penting, papa diberikan yang terbaik. papa dibebaskan dari rasa sakit.

hari ini, Tuhan memberikan jawaban atas doa kita. papa sekarang sudah tenang disana, terbebas dari semua rasa sakit dan beban pikiran.

kita semua sudah bisa menerima semuanya dengan ikhlas..
cuma sayang, keinginan papa untuk melihat cucu keduanya lahir tidak terkabul.
tapi kita berjanji, kita akan selalu menjaga mama, dan cucunya kelak dengan baik.

kita yakin, pasti papa juga akan selalu menyertai kita. selalu melihat kita dari atas sana.
sebenarnya mimpi papa sangat sederhana, papa hanya ingin menghabiskan masa tua dengan cucunya. mengantar cucu kesekolah, menemani cucu bermain, dll.

dengan adanya berita ini, berarti kepulangan budi ke jkt akan diundur hingga semua hal di bali rampung, dan kondisi tenang.
gapapa, aku beryukur juga, budi bisa melihat papanya untuk terakhir kalinya.

sayang, aku tidak bisa menyusul kebali. selain sudah tidak boleh terbang, aku juga takut nanti di bali aku justru menjadi semakin sedih. walaupun bukan orang tua kandung, tapi papa sudah kuanggap sebagai orang tuaku sendiri. memang kedekatan kami baru seumur jagung..tapi kenangan sama papa sudah terukir manis dihatiku.
nanti aku pasti akan mengenalkan papa ke cucu papa lewat foto-foto yang aku punya.




suara merdu dari gesekan daun bambu
yang tertiup angin
di puncak bukit itu
mengantar kepergianmu

derai ini adalah doa
menuju satu tempat terindah..disana..

selamat jalan papa..
kita semua pasti akan selalu merindukanmu..

Monday, February 9, 2009

coretan untuk calon ayah

0 comments
Saat pertama kali bertemu denganmu, tak sedikit pun terlintas dibenakku bahwa aku akan menghabiskan sisa umurku denganmu..
Ya, karena sebelumnya kita bagaikan dua gerbong di rel yang berbeda..

Tapi semenjak kamu ada disampingku, aku yakin bahwa masa depanku adalah kamu
Kamu telah merubah segalanya dengan cinta yang kamu bawa
Bahkan waktu pun berjalan cepat seakan tidak mau melewatkan kesempatan itu
Tiba-tiba saja aku telah menyerahkan seluruh hidupku padamu
Tiba-tiba saja janji itu terucap dari mulut kita berdua
Janji untuk saling setia sampai ujung usia kita
Tiba-tiba saja aku menyadari bahwa ada cinta yang tumbuh subur disini, dihatiku..

Oh..benar-benar tidak aku sangka sebelumnya
Bahwa kamulah akhir dari perjalanan cintaku
Tapi menyadari itu, aku bersyukur
Bahwa denganmu lah aku akan menghabisakan masa tuaku
Kadang timbul Tanya, kenapa tidak sejak dulu saja aku mengenalmu
Kenapa aku harus berputar-putar dulu sebelum akhirnya menemukanmu
Ah, mungkin itu memang jalannya
Mungkin kita harus salah dulu sebelum akhirnya menemukan yang benar

Semakin hari, cinta disini semakin besar
Menunjukkan bahwa tidak ada keraguan apalagi penyesalan
Yang ada hanya bahagia dan optimisme untuk melangkah kedepan

Saat ini, Cinta itu tidak hanya tumbuh di hatiku
Tapi cinta itu juga tumbuh di rahimku
Tak lama lagi,
akan ada suara kecil yang riang yang akan memanggilmu dengan sebutan ‘aji’
aku yakin kamu akan menyukainya
karena panggilan itu terdengar sangat indah
sama seperti aku yakin bahwa kamu akan menjadi ayah yang baik untuknya kelak
kamu pasti akan menyayanginya seperti kamu menyayangiku
memanjakannya seperti kamu selalu memanjakan aku

Tuhan telah begitu baiknya kepadaku
Selalu memberikan kebahagiaan-kebahagiaan
Jika ini mimpi, maka aku tidak ingin terbangun …

Wednesday, January 7, 2009

peri kecil

0 comments
Sore ini aku duduk di sebuah lapangan di puncak bukit.
Ini adalah tempat dimana aku bisa berhenti sejenak dari hingar bingar kehidupan ini.
Pandanganku jauh menatap hamparan kota.
Semilir angin menerpa wajahku hangat. Aku menghirup nafas dalam-dalam.
Yang aku rasakan hanya satu. Aku bahagia. Hanya itu.
Aku bisa merasakannya mengalir kesetiap sudut tubuhku.
Aku seperti peri kecil yang hidup di negeri dongeng.
Setiap hari terbang melintasi taman bunga ditemani burung kecil yang selalu setia bernyanyi untuknya.
Nyanyian itu adalah rasa.
Matahari memantulkan cahaya ke sepasang sayap mungilnya yang indah.
Membuatnya tampak semakin cantik.
Yang dirasakannya hanya bahagia. Hidupnya begitu sempurna.



* you make my life complete, my wonderful man...

Monday, January 5, 2009

untitled

0 comments
sayapku pernah terluka
mungkin karena aku terbang terlalu tinggi
aku terduduk sendiri di tengah hutan cemara diatas rumput basah,
bisa kurasakan aroma cemara dan tanah basah yang khas
aku diselimuti oleh dinginnya udara lembah
hatiku penuh harap yang tak terucap
saat kabut perlahan turun,
saat itulah engkau datang
menemaniku duduk didepan nyala api itu
kau mengajakku terbang, karena kau tak mau aku sendiri ditengah hutan cemara ini
akupun terbang dalam pelukanmu..

*You make my world so colorful
I never had it so good
My love,
I thank you for all the love
You gave to me
(--daniel sahuleka)

Monday, October 20, 2008

Hujan

0 comments
ketika hujan tak lagi seindah dulu, maka tak ada yang bisa kuperbuat selain memandangnya dalam diam. ingin kusampaikan kepada langit untuk menghentikan gelegar petir yang memekakkan telingaku. aku sudah kuyup, haruskah aku juga merasakan takut?

dulu aku yang mengatakan bahwa aku menyukai hujan. karena ketika hujan, aku merasakan kesejukan, kadang muncul pelangi, kadang ada suara kodok yang lucu, aroma tanah sehabis ujan yang khas. dan juga bulir-bulir air yang menggantung di ujung daun.

namun aku lupa kala itu. aku lupa bahwa seringkali hujan turun dengan sangat deras. disertai dengan kilatan petir dan gemuruh guntur. aku tahu apa yang sedang terjadi. aku bisa merasakan suasana perlahan berubah mencekam. tapi aku tidak bisa menghentikannya. aku hanya bisa diam. tanpa sepatah katapun keluar dari mulutku. karena sudah banyak kata-kata di dunia ini…mataku menatap nanar keluar. mencari kemanakah hujan yang dulu aku suka.

tapi mungkin ini memang dia. namun dengan sedikit tampilan yang berbeda. dia muncul dengan kilatan petir dan gemuruh guntur. bukankah sudah memang sewajarnya hujan selalu datang dengan petir? hhmm..seharusnya aku juga bisa menikmatinya. karena itu tidak bisa lepas dari hujan yang aku suka. akan selalu muncul walaupun tidak sering. hanya ketika langit sudah tidak sanggup menahan beratnya air yang menggelayuti awan-awan. maka ketika itu pula ia akan tumpah ke bumi dengan sangat deras.

apakah hujan kini hujan telah kehilangan keindahannya? aku rasa tidak. dia masih tetap indah. ketika aku menyatakan kalau aku menyukai hujan. maka selamanya aku akan menyukainya. bagaimanapun ia datang...


note : tulisan ini sudah lama dibuat dan dimuat juga di blog friendster. tapi karena aku suka, ditampilin lagi disini

Tuesday, October 14, 2008

ketika

0 comments
ketika sedang duduk di bibir pantai menikmati sinar matahari sore, pikiranku melayang ke suatu masa kehidupan. perlahan mendesir seperti angin yang meniup helai rambutku.
sangat perlahan namun bisa kurasakan seolah-olah aku berada pada masa itu lagi.
masa-masa ketika aku merasa bisa melakukan apa saja yang aku suka dan aku inginkan.

dulu ketika aku sedih atau merasa kesepian, maka aku naik keatas atap rumah untuk melihat bintang dan melihat lampu kota. aku hirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya bersama dengan semua permasalahanku yang perlahan akan terbawa pergi oleh angin malam.
ketika aku senang, maka aku akan membeli es krim dan jagung rebus untuk kunikmati diatas puncak bukit bersama sahabatku.
ketika aku marah, aku menyetel musik metal kencang-kencang dan menutup mukaku dengan bantal.
ketika aku kangen keluarga, maka aku akan duduk disudut kamar menatap jauh keluar jendela sambil menikmati secangkir kopi hitam panas.
ketika hari libur tiba, maka aku akan tertidur seperti singa masai yang tidak bangun bangun selama 12 jam.
ketika aku ingin menikmati kesendirian, maka aku pergi ke sebuah tempat makan yang nyaman, membeli makanan yang aku suka dan menikmatinya sambil membaca buku.

yah..itulah masa-masa dimana aku masih berbuat semauku dan sesukaku.
sekarang keadaanku telah berbeda. aku memiliki peran yang berbeda yang telah aku pilih sendiri. dulu aku bahagia. bukan berarti sekarang aku tidak bahagia. namun kebahagiaanku sekarang berbeda. seiring dengan bertambahnya usia dan tanggung jawab.
memang tidak bisa dibandingkan begitu saja. namun aku yakin kehidupanku saat ini sudah sempurna. mungkin aku tidak bisa lagi melakukan hal-hal semaunya. tapi itu semua terjadi setelah aku menemukan kebahagiaan yang lain.

perlahan aku berdiri ketika menyadari matahari telah tenggelam. mulai berjalan perlahan menapaki pasir yang kasar namun tidak melukai. kembali kerumah...
 

rumah budi dauh Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez